Meditasi Kurangi Serangan Jantung

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipresentasikan pada pertemuan ilmiah, American Heart Association di Orlando, Florida, dibuktikan penderita penyakit kardiovaskular yang berlatih teknik meditasi, khususnya meditasi transendental mengalami penurunan risiko terkena serangan jantung, stroke, dan bahkan kematian hingga setengahnya dibandingkan dengan penderita yang tidak melakukan meditasi.

Meditasi transendental, diperkenalkan pertama kali di India pada 1955 oleh Maharishi Mahesh Yogi. Teknik ini dilakukan dalam posisi duduk tenang dan konsentrasi untuk memfokuskan pikiran sambil mengucapkan sebuah mantra. Stres yang dianggap sebagai faktor utama penyebab penyakit kardiovaskular diyakini dapat teratasi dengan teknik meditasi ini.

Lebih dari sembilan tahun, 201 laki-laki dan perempuan Afrika – Amerika berusia rata-rata 59 tahun, yang menderita penyempitan pembuluh nadi jantung dilibatkan dalam penelitian.

Secara acak mereka dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok yang mempraktikkan meditasi transendental dan kelompok yang mengambil kelas edukasi kesehatan dengan menerapkan pola diet dan olahraga. Pada kelompok meditasi, mereka diminta melakukan meditasi dalam posisi duduk dengan mata tertutup sekitar 20 menit dua kali sehari. Kedua kelompok ini juga tetap melanjutkan pengobatan normal mereka seperti biasa.

Peneliti dari Medical College of Wisconsin di Milwaukee yang berkolaborasi dengan Institute for Natural Medicine and Prevention di Maharishi University of Management di Fairfield, Iowa, menemukan bahwa serangan jantung, stroke dan kematian berkurang hingga 47% pada kelompok pasien yang melakukan meditasi. Tekanan darah mereka juga mengalami penurunan dan secara signifikan mengurangi tingkat stres.

“Penelitian sebelumnya mengenai meditasi transendental menunjukan adanya pengurangan tekanan darah, stres, dan faktor risiko lainnya pada penyakit jantung, terlepas dari faktor etnisitas,” kata Dr Robert Schneider, ketua penelitian sekaligus pemimpin Center for Natural Medicine and Prevention.

Hasil ini, kata dia, menjadi percobaan pertama secara klinis yang menunjukkan bahwa latihan dalam jangka lama atas program pengurangan stres ini, menekan angka kejadian penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, stroke, dan kematian.

sumber

ngelakuin meditasi di Goa boleh ga ya ?? hihihi, kalo yoga apa bedanya ??🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s