Terapi Sorafenib untuk Penderita Kanker Hati

Terapi sistemik dengan memakai Sorafenib terbukti berhasil meningkatkan harapan hidup penderita kanker hati.

Peneliti juga optimistis terapi Sorafenib dapat bermanfaat lebih banyak bagi pasien yang menderita berbagai kanker yang sulit ditangani.

Ketiadaan gejala yang khas pada tahap awal perkembangan kanker hati mengakibatkan kebanyakan pasien terdiagnosa pada stadium lanjut. Setelah ditemukannya Sorafenib, terapi sistemik pertama yang disetujui untuk pasien kanker hati mendapatkan harapan baru, karena terapi sistemik ini terbukti berhasil meningkatkan harapan hidup penderita.

Sorafenib digolongkan ke dalam sebuah kelas baru pengobatan kanker yang diciptakan untuk menekan pertumbuhan tumor dengan cara menghambat dua jenis (enzim) yang dibutuhkan untuk perkembangan sel kanker dan suplai darah.

Dalam uji coba klinis yang melibatkan 602 pasien kanker hati, pasien yang menerima obat ini rata-rata hidup selama 10,7 bulan. Sementara pasien dalam kelompok kontrol yang menerima plasebo rata-rata hidup selama 7,9 bulan. Sorafenib saat ini juga sedang diuji sebagai terapi yang juga potensial untuk beberapa jenis kanker lainnya.

Data World Health Organization diketahui jumlah penderita baru kanker di dunia akan melonjak dari 10 juta pada tahun 2000 menjadi 15 juta pada tahun 2020. Di Asia Pasifik saja tercatat hampir 3,5 juta kasus kanker pada 2002.

“Dalam situasi di mana penyakit tidak lagi dapat disembuhkan, maka pengobatan kanker difokuskan pada peningkatan usia hidup, menjaga, serta meningkatkan kualitas hidup selama mungkin, dengan menjalankan terapi-terapi yang telah terbukti secara klinis,” kata Dr Agus S Waspodo, SpPD, KGEH dari RS Kanker Dharmais, Jumat, (20/11).

Langkah ini dimulai dengan dilakukannya pengembangan terapi target yang menghalangi pertumbuhan dan penyebaran kanker, dengan cara menghambat molekul tertentu yang membantu pertumbuhan dan perkembangan kanker.

Terapi target membantu pasien mentoleransi terapi sistemik dan meningkatkan kontrol terhadap gejala. Meski tidak dapat menyembuhkan total, namun pendekatan ini dapat memperlambat, menghentikan, atau pada beberapa kasus tertentu menurunkan perkembangan kanker sehingga pasien dapat mengendalikan kanker mereka hingga jangka panjang.

“Prognosis untuk penderita kanker hati seringkali terlambat karena penyakit ini tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu hingga kanker berkembang ke stadium lanjut. Bahkan, sekitar 80% pasien dengan (HCC) – jenis kanker hati yang paling umum – biasanya terdiagnosa saat stadium medium dan lanjut,” papar Dr Agus S Waspodo lebih lanjut.

Pada tahap ini, kata dia, operasi sebagai metode paling efektif dalam penanganan kanker hati tidak dapat dilakukan. Karena itu, penting memiliki opsi terapi efektif yang dapat membantu pasien menangani penyakitnya pada stadium berbeda-beda.

Berdasarkan uji klinis SHARP (Sorafenib HCC Assessment Randomized Protocol), Sorafenib berhasil meningkatkan kemampuan bertahan pasien penderita kanker hati stadium lanjut hingga 44% dibandingkan dengan plasebo.

Studi lebih lanjut pada pasien penderita HCC di Asia Pasifik juga mengonfirmasi efektifitas Sorafenib pada populasi yang lebih luas dari pasien penderita HCC.

Berdasarkan mekanisme antiangiogenik dan para peneliti kini sedang menjalankan beberapa uji klinis untuk mengetahui efektifitas Sorafenib sebagai terapi kombinasi atau ajuvan dalam pengobatan HCC stadium awal, yang berarti Sorafenib dapat membawa manfaat bagi lebih banyak lagi pasien di seluruh stadium kanker hati.

Sorafenib juga diindikasikan untuk terapi (RCC) stadium lanjut, jenis kanker ginjal yang paling umum ditemukan pada orang dewasa. RCC dinilai sebagai tumor yang paling sulit ditangani, karena terapi antikanker konvensional seperti kemoterapi dan radioterapi hampir tidak memiliki efektifitas dalam RCC.

Para peneliti saat ini sedang mengevaluasi potensi Sorafenib dalam terapi berbagai jenis kanker, termasuk kanker tiroid, kanker paru akut, serta kanker payudara. Hasil dari dua studi fase III tentang kanker paru diperkirakan akan keluar pada tahun 2010.

Sumber

Mudah-mudahan terapi Sorafenib dapat menekan penyakit kanker hati di Dunia ini🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s