Mengantuk Setelah Makan Nasi ?

Ada 2 hal yang menyebabkan kita merasa ingin tidur setelah makan nasi, yakni:

1. L-Tryptophan, adalah asam amino yang menjadi bahan dasar terbentuknya niacin, vitamin B. Niacin sendiri akan dipakai untuk membuat serotonin, zat penghantar sinyal di otak yang dapat menimbulkan perasaan nyaman dan menyebabkan kita jatuh tertidur. Makanan yang kaya karbohidrat seperti nasi, akan merangsang pankreas untuk memproduksi insulin, yang akan menyimpan makanan dalam tubuh. Beberapa asam amino lain yang tadinya terkandung di dalam darah bersama-sama dengan L-Tryptophan, akan masuk ke dalam sel otot. Akibatnya, akan terjadi peningkatan pada konsentrasi relatif L-Tryptophan dalam darah dan serotonin yang terbentuk membuat kita mengantuk.

2. Proses pencernaan makanan, tubuh akan mengirimkan darah ke sistem pencernaan karena proses pencernaan membutuhkan energi yang cukup besar, apalagi kalau makanan yang perlu dicerna mengandung banyak lemak. Energi yang diperlukan juga akan semakin bertambah besar seiring dengan semakin banyaknya makanan yang kita konsumsi. Pada saat ini, sistem saraf juga menyumbangkan sebagian stok darahnya dan sebagai akibatnya, sistem saraf akan mengalami kekurangan oksigen untuk sementara. Menurunnya efektivitas kerja saraf pada saat sistem pencernaan bekerja inilah yang juga membuat kita ingin tidur siang.

Rasa mengantuk yang menyerang seusai makan nasi, biasanya disebut sebagai reaksi food coma. Banyak hal bisa menjadi penyebab terjadinya food coma. Sebagai gambaran, tubuh kita diibaratkan sebuah mesin pengolah yang berfungsi untuk menyerap sari makanan. Kalau makanan yang kita konsumsi dalam porsi yang cukup besar, otomatis tubuh kita akan bekerja ekstra keras. Akibatnya, tubuh terasa lelah dan mengantuk. Nasi termasuk karbohidrat dengan index glicemic tinggi, dimana memaksa pankreas untu menghasilkan hormon insulin dalam jumlah sangat banyak untuk mencerna karbohidrat jenis ini, dan itu sangat membutuhkan banyak energi sehingga menyebabkan sel-sel tubuh kita kelelahan.

Dr. Allan Spreen, seorang ahli nutrisi dari Amerika, menganjurkan bahwa waktu bersantap harus disesuaikan dengan bioritme tubuh. Dari hasil penelitian diketahui bahwa serangan food coma sering terjadi pada jam-jam berikut:
pukul 10.00 yaitu 2 jam setelah sarapan
pukul 14.00 yaitu 2 jam setelah makan siang
pukul 16.00 yaitu 4 atau 5 jam sebelum makan malam

Nah, di antara waktu-waktu itulah kadar gula didalam tubuh sedang dalam kondisi menurun. Anda bisa mempelajari siklus hormon insulin tubuh di link ini. Disitu terlihat jelas bagaimana ritme insulin jika kita sarapan menggunakan nasi dan bahkan kita tidak sarapan. di jam-jam di atas pastilah tubuh kita ngedrop.

Bagaimana mengatasinya ?
Usahakan sarapan tidak dalam porsi yang besar. Pilihlah makanan dengan kandungan karbohidrat index glikemik rendah atau karbohidrat kompleks. Anda juga bisa mengkonsumsi formula 1 shake sebagai menu sarapan anda yang kaya nutrisi dan mengandung karbohidrat yang baik untuk tubuh. Pada jam-jam setelah makan, usahakan untuk mengkonsumsi camilan yang tinggi protein. Tidak perlu dalam jumlah yang banyak asalkan perut Anda tetap dalam kondisi terisi, anda bisa konsumsi sayur dan buah.

Pilihlah menu makan siang anda dengan bijak, pastikan kombinasi karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin dan air cukup seimbang. Misalnya saja makan 3x pagi-siang-malam dan ngemil 2x. dengan mengkonsumsi formula 1 shake di pagi dan malam hari, anda tidak akan mengantuk di siang hari dan di malam hari anda dapat tidur dengan lebih nyenyak.

sumber

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s