Posts Tagged ‘ keamanan ’

Buang Ingus Timbulkan Sinusitis

Buang ingus keras-keras saat flu bisa menimbulkan penyakit sinusitis. Peneliti menyarankan agar kebiasaan tersebut dihentikan karena bisa pula menyebabkan tekanan darah di otak.

Dr J Owen Hendley dan pakar penyakit infeksi lainnya dari University of Virginia mengatakan, tekanan yang dihasilkan saat mengeluarkan ingus bisa menyebabkan beberapa penyakit mulai dari sinusitis hingga hipertensi. Dr Hendley melakukan percobaan yang dilengkapi dengan alat CT Scan untuk mengukur tekanan yang dihasilkan saat seseorang batuk, bersin dan mengeluarkan ingus dengan kencang.

Hasil percobaan menunjukkan, diantara tiga kegiatan yang dilakukan seseorang saat sakit flu itu, tekanan yang paling besar dihasilkan dari kegiatan mengeluarkan ingus dengan kencang. “Batuk dan bersin hanya menghasilkan tekanan yang kecil pada rongga hidung. Tapi saat mengeluarkan ingus dengan kencang, tekanan yang dihasilkan sangat besar bahkan sama dengan tekanan darah diastolik yang terbaca dari seseorang,” kata Dr Hendley.

Meski tampaknya tidak berbahaya, namun jika terus menerus dilakukan bisa menyebabkan penyakit sinus dan memicu peningkatan tekanan darah di otak. “Bakteri atau virus yang ada di hidung bisa terdorong keras dan menempel pada rongga hidung dan akhirnya menyebabkan sinus. Selain itu tekanan keras akibat mengeluarkan ingus juga akan menyebabkan tekanan pembuluh darah ke otak meningkat dan memicu migrain bahkan hipertensi,” jelasnya.

Sumber

Kalau sudah Ingusan, bawaannya pengen tidur teruuss…sluurrrppp… 😀

Advertisements

Anak Tertelan Permen Karet ??

Orangtua kadang tidak mengizinkan anaknya makan permen karet karena takut anak menelan permen karet tersebut. Apa yang terjadi jika permen karet tersebut tertelan oleh anak-anak? Mungkin beberapa orang pernah mendengar kabar burung bahwa permen karet yang tertelan akan tetap tinggal di dalam perut selama 7 tahun. Tapi kabar tersebut tidaklah benar.

Meskipun permen karet tidak dapat dicerna oleh perut seperti makanan lain, tapi Continue reading

Tekan Thalesemia Dengan Screening

Walau tergolong penyakit genetis atau turunan, Thalasemia atau penyakit kelainan darah bisa dicegah sejak dini. Thalasemia disebabkan kurangnya produksi hemoglobin (sel darah merah) sebagai akibat terjadinya gangguan dalam proses pembentukan rantai sel darah karena kerusakan gen dalam tubuh.

Demikian paparan Prof. Dr. Iskandar Wahidiyat, Pakar Thalasemia Rumah sakit Cipto Mangunkusomo Jakarta, dalam Acara perkenalan Program Duta Thalasemia yang digagas Novartis Indonesia di Jakarta. Dalam acara itu hadir, penderita Thalasemia yang ditunjuk menjadi Duta Thalasemia, Thariq Hidayat Kanz, 17 tahun, asal Ciledug, Tangerang, Jawa Barat. Menurut Iskandar, hingga sekarang Thalasemia digolongkan sebagai Continue reading

Carboxytherapy Kecilkan Jaringan Lemak

Suntikan gas karbondioksida (carboxytherapy) ke dalam tubuh bisa membuat sel-sel lemak menyusut dan berat badan bisa turun. Jaringan lemak di paha dan perut bisa susut 2-3 cm setelah ikut terapi ini.

Dalam studi terkini, para ilmuwan dari University of Siena, Italia mencoba menyuntikkan gas karbondioksida kepada 48 wanita yang memiliki kelebihan lemak terutama pada bagian paha dan perut. Setelah disuntik, ternyata Continue reading

Anak Kecil Terkena Emfisema ??

Anak-anak yang secara rutin terpapar asap tembakau di rumah sejak kecil, berisiko memiliki penyakit emfisema saat dewasa. Penelitian di Columbia University’s Mailman School of Public Health di New York, Amerika Serikat, mengungkapkan fakta bahwa anak-anak yang terbiasa terkena paparan asap rokok di rumah, akan berisiko terkena penyakit emfisema.

Emphysema (emfisema) adalah penyakit paru kronis yang dicirikan oleh kerusakan pada jaringan paru, sehingga paru kehilangan keelastisitasannya. Paparan asap rokok ini tidak sepenuhnya hilang dari paru-paru anak. Ketika, dewasa, paparan asap rokok ini merupakan cikal bakal penyakit emfisema. Menurut Gina Lovasi, asisten profesor epidemiologi di Columbia’s Mailman School of Public Health, sekitar setengah dari para peserta yang jadi obyek penelitian yang berasal dari multietnis besar memiliki kebiasaan setidaknya ada satu perokok rokok di rumah mereka ketika kecil.

Para peneliti mempelajari computed tomography scan pada 1.781 non-perokok tanpa catatan klinis menderita penyakit kardiovaskuler. Para peserta ini direkrut dari enam komunitas di Amerika Serikat. “Kami dapat mendeteksi perbedaan pada CT scan paru-paru antara peserta yang tinggal dengan seorang perokok ketika anak-anak dan mereka yang tidak tinggal dengan perokok pada waktu masa anak-anak,” jelas Lovasi. Dalam pernyataannya, Lovasi mengatakan, “Beberapa dikenal memiliki efek berbahaya pada jangka pendek, dan penelitian baru ini juga sekaligus menunjukkan bahwa efek dari paparan asap tembakau pada paru-paru juga dapat bertahan selama beberapa dekade.”

Penelitian yang diterbitkan American Journal of Epidemiology juga mengatakan paparan asap rokok pada masa kanak-kanak lebih memiliki efek pengaruh kuat ketimbang ibu yang sedang hamil dan terpapar asap rokok.

Sumber

Segera perbaiki kualitas hidup orang tua nih., kasihan anak-anak..

Obat Herbal Mu Tong Memicu Kanker Saluran Kemih ??

Peneliti Taiwan menemukan hubungan antara peningkatan konsumsi obat herbal Mu Tong asal China dengan tingginya kasus kanker saluran kemih. Produk herbal yang biasa dipakai untuk mengobati penyakit itu justru menimbulkan penyakit dan tidak aman dikonsumsi.

Produk herbal China yang banyak mengandung Continue reading

Kurangi Rasa Sakit Pasien Kanker dengan Ganja ??

Ganja yang diformulasikan ke dalam alat semprot mulut efektif mengurangi rasa sakit hingga sepertiga pada pasien kanker. Penelitian di Edinburgh University meminta 177 pasien kanker menggunakan semprot berbahan dasar ganja, dengan cara yang sama seperti penyegar mulut.

Dari hasil penelitian ini diketemukan bahwa cara ini bisa mengurangi rasa sakit pada pasien kanker di daerah Edinburgh hingga 30%. Cara kerjanya adalah Continue reading